Contact Me
|
Thursday, December 18, 2003
kopdaran euy!!bisa gak yah?
alow OI mania eh salah falsmania yang dah gabung di blog ini.ane nih sebagai sebagai apa ya?? oh iya sebagai Opan fals heheh mo ngajak kopdaran nih gimana pada setuju nggak??pada bawa tustel deh ama isinya kita berangkat kumpul ane kepengen banget dipoto barengan ama fans and bang iwan nih bisa nggak yah??pantang menyerah sebelom ada usaha gimana nih kawan jadiin nggak?ditungguin tanggapannya di kolom disamping kiri ente.atau isi guest book nye deh ditunggu yah!!
Posted at Thursday, December 18, 2003 by topan
Tuesday, December 09, 2003
Apaan sih ngomong2 "cinta" itu ?
C-I-N-T-A
telapak tangan anda berkeringat, hati anda deg-degan, suara anda nyangkut di dalam tenggorokan anda? Hal itu bukanlah cinta, tapi suka ...
Apakah tangan anda tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya? Hal itu bukanlah cinta, tapi birahi ...
Apakah anda bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada semua orang? Hal itu bukanlah cinta, tapi anda sedang mujur...
Apakah anda menginginkannya karena anda tahu dia akan selalu di samping anda? Hal itu bukanlah cinta, tapi kesepian ...
Apakah anda masih bersama dia karena semua orang menginginkannya? Hal itu bukanlah cinta, tapi kesetiaan ...
Apakah anda menerima pernyataan cintanya karena anda tidak mau menyakiti hatinya? Hal itu bukanlah cinta, tapi rasa kasihan ...
Apakah anda bersedia untuk memberikan semua yang anda suka untuk dia? Hal itu bukanlah cinta, tapi kemurahan hati ...
Apakah anda cemburu bila dia bicara dengan lelaki/wanita lain ? Hal itu bukanlah cinta, tapi takut kehilangan ...
Apakah anda mengatakan padanya bahwa dia adalah satu satunya hal yang anda pikirkan? GOMBAL ...
Apakah anda masih bersamanya karena campuran dari rasa nyeri dan kegembiraan yang tidak dapat digambarkan kata-kata? Itulah cinta ...
Apakah anda masih menerima kesalahannya karena hal itu adalah bagian dari kepribadiannya? Itulah cinta ...
Apakah anda tertarik pada orang lain, tapi masih bersamanya dengan setia? Itulah cinta ...
Apakah anda rela memberikan hati anda, kehidupan anda, dan kematian anda? Itulah cinta ...
Apakah hati anda tercabik bila dia sedang sedih? Itulah cinta ...
Apakah anda menangis untuk kepedihannya biarpun dia cukup tegar? Itulah cinta ...
Apakah anda ikut terluka bila dia sedang sakit? Itulah cinta ...
Apakah anda selalu ingin menyentuhnya, memeluknya karena anda sayang kepadanya? Itulah cinta ...
Apakah matanya melihat hati anda yang sesungguhnya dan menyentuh jiwa anda secara dalam sekali sampai terasa nyeri? Itulah cinta ...
Cinta memang merupakan sesuatu yg ABSURD and Unexplain, tapi yg terpenting mencintailah karena itu adalah sesuatu yang dianugerahi oleh TUHAN Terimalah pasangan anda dgn segala kekurangan dan kelebihannya.
Cinta itu harus saling memberi dan menerima dgn segala keikhlasan hati
--------- Newsletter dari http://www.dudung.net
Posted at Tuesday, December 09, 2003 by fals-mania
The Best of Me by Cliff Richard
So many years gone Still I remember How did I ever let my heart believe In one who never gave enough to me And so many years gone With love that was so wrong I can't forget the way it used to be And how you changed the taste of love for me You were my one more chance I never thought I'd find You were my one moment I'll always have in my mind No one will ever touch me more And I only hope that in return I might have saved the best of me for you
And we'll have no ending If we can hold on And I think I've come this far because of you Could be no other love but ours will do
You were my one more chance I never thought I'd find You were the one romance I've always known in my mind No one will ever touch me more And I only hope that in return I might have saved the best of me for you
No one will ever touch me more And I only hope that in return No matter how much we have to learn I might have saved the best of me for you
For you I saved the best of me
You were my one more chance You were the one romance
Posted at Tuesday, December 09, 2003 by fals-mania
Sunday, November 30, 2003
To set out on a journey of life!
Ada awal ada akhir
Tapi akhir belum tentu akhir dari segalanya..
Mungkin akhir itu permulaan dari sesuatu..
Ada pertemuan ada perpisahan
Ya.. perpisahan itu ada
Tapi perpisahan itu bukan akhir pertemuan..
Seperti mimpi yang ada akhir
Seperti bumi dan planet lainnya..
Mohon maaf atas salah kata selama ini..
Sampai jumpa di masa lain..
(Bogor, 30 November 2003 21:58 wib)
Posted at Sunday, November 30, 2003 by fals-mania
Thursday, November 27, 2003
special thanks buat webmaster #fals-mania
Asalamu`alaikum wr wb pertama mungkin gue belom ada berita cuma mau ngucapin special thanks buat webmaster kami saudara Boyle junjunan,yang dah ngorbanin waktu tenaga dan pikirannya buat terlaksananya web ini sekali lagi terimakasih atas segala karya dan usahanya!!
Posted at Thursday, November 27, 2003 by topan
Wednesday, November 26, 2003
Ketika Superstar itu Bicara Politik
IWAN FALS adalah sosok yang langka, sekaligus luar biasa. Ia tak hanya fenomenal dalam jagad tarik suara. Berkat kejujuran dan sikap kritisnya dalam mengamati dan merefleksikan hidup dan kehidupan, ia memiliki kharisma yang begitu kuat, terlebih di kalangan jutaan penggemarnya yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Berkat itu pula, ia kemudian banyak diperbincangkan dalam wacana yang lebih luas. Iwan menjadi superstar, lebih dari dunia musik yang digelutinya.
Salah satu dunia yang kerap menempatkan nama Iwan dalam daftar pembicaraan adalah dunia politik. Dalam dua pemilu terakhir, misalnya, ada OPP yang meminta Iwan untuk mendukungnya. Konon, bila mau, ia dijanjikan sejumlah uang. Lepas dari benar tidaknya kabar tersebut, yang jelas Iwan tak ingin terjun dalam dunia politik.
Namun, diam-diam tersiar kabar bahwa Iwan akan --bahkan telah-- membuat partai. Namanya Partai Tikus Got. Benarkah? Ketika dikonfirmasikan, Iwan menceritakannya panjang lebar.
Komunitas tikus got, menurut Iwan, seolah mencerminkan masyarakat Indonesia pada umumnya. Mereka tertindas, tinggal di lingkungan kumuh, bernafas di antara limbah, namun tetap bisa eksis.
"Ketika ngontrak rumah di Bintaro, aku suka sedih melihat mereka mati terlindas kendaraan. Isi perutnya terburai. Tapi heran, mereka tidak musnah, bahkan beranak pinak dan rukun dengan keluarga dan komunitasnya," paparnya.
Realitas kehidupan tikus got yang unik membuat Iwan tertarik untuk makin mendalaminya. Iwan mengaku kagum akan stamina, daya tahan, daya hidup, dan ketabahan tikus got. "Itu sebabnya pada acara Humor Musim Panas di Teater Arena Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 29-30 November 1993, aku memproklamirkan berdirinya Partai Tikus Got," tandas mantan pengamen yang kini berusia 37 tahun ini.
Namun, di sisi lain Iwan sangat malu, sedih, bahkan geram terhadap keberadaan ‘tikus got’ jenis lain. "Aku sebenarnya malu melihat 'tikus got' yang hidup tanpa harga diri. Aku malu melihat berita di koran, Indonesia ada di peringkat atas dalam soal korupsi. Aku malu melihat diriku, karena aku adalah bagian dari masyarakat 'tikus got'."
Ketika ditanya lebih lanjut; Apakah partainya itu sudah didaftarkan ke Departemen Dalam Negeri? Iwan menjawab ringan, "Setelah wawancara ini saya putuskan, batal... He… he… he..."
***
KEINGINAN Iwan untuk mendirikan partai nampaknya memang hanya sekedar bercanda, atau tarohlah sebagai sentilan sarkastis saja. Namun yang pasti, seperti terungkap dalam dialog reformasi di Universitas Hasanuddin Ujungpandang beberapa waktu lalu, banyak mahasiswa memintanya untuk mendirikan partai. Mereka bahkan menjamin seluruh mahasiswa akan mendukungnya.
Lepas dari semua itu, memang menarik menelusuri komentar sang superstar perihal kondisi belakangan ini di tengah hembusan angin reformasi yang dipelopori mahasiswa. Tentang makna reformasi itu sendiri, ayah almarhum Galang Rambu Anarki dan Anissa Cikal Rambu Basae ini berujar, "Reformasi harus dimulai dari diri kita sendiri. Saya melihatnya begitu." Sayangnya, pada perkembangan berikutnya, kata reformasi seakan sudah seperti barang obralan. Diomongkan setiap orang, bahkan oleh orang yang antireformasi sekalipun. Akibatnya, makna reformasi pun menjadi kabur.
Menyikapi perjalanan politik dalam negeri, Iwan banyak mengeluarkan pendapat yang diungkapkan dengan gayanya yang khas: ringan tapi tak kehilangan esensi. Dalam hal birokrasi, misalnya, ia beropini, "Aku mau aturan main yang kelewat banyak, izin-izin yang keterlaluan, larangan ini-itu, dihapus saja biar orang nggak mudah ngomong salah prosedur. Semua aturan ini 'kan untuk memperlancar orang kerja, orang berkarya. Jangan justru malah menghambat, membebani orang yang bekerja dengan pungli dan kekerasan. Selama ini 'kan aturan identik dengan duit."
Sementara itu, perihal lembaga legislatif, menurut Iwan, karena namanya juga wakil rakyat maka semua anggotanya harus dipilih, termasuk ABRI. "Tapi menurutku, ABRI satu saat harus kembali ke barak, jangan ikut-ikutan berpolitik. Biar lebih gagah. Kalau ada perang musuhnya 'orang luar'. Aku pengennya ABRI itu menjadi tempat orang bertanya waktu gelisah. Ya kayak kiai-kiai itu lho. ABRI 'kan pelindung?" tambahnya.
Lantas bagaimana sikapnya bila ia dipercaya menduduki jabatan Presiden Indonesia? "Wah, nggak mau gua. Lagi krisis gini siapa yang mau jadi presiden? Lain soal kalau orang menodongkan pistol di pelipisku. Mau sajalah. Aku ini 'kan bukan siapa-siapa. Aku hanya seorang bapak yang menghidupi seorang anak dan istri. Daripada mati, aku pilih hidup."
Apa yang akan dilakukan? "Membangun ekonomi. Akan aku perintahkan pembantu-pembantuku menanam pohon pisang dan buah-buahan lainnya di setiap lahan kosong, tak terkecuali lapangan golf. Soalnya aku lebih suka lihat buah yang ranum daripada lihat bola golf yang dingin dan congkak."
"Kalau saya jadi presiden, maka saya hanya akan punya mobil karavan saja supaya bisa dekat dengan rakyat. Saya mau pergi dan bermalam sampai dusun-dusun terpencil. Saya nggak mau punya pengawal serem-serem. Saya khawatir rakyat jadi takut. Supaya rakyat nggak takut, tapi saya dan keluarga aman, saya memilih dikawal para jin saja. He… he… he," tambah Iwan.
***
RENTETAN peristiwa yang menimpa negeri kita belakangan ini, selain melahirkan berjuta kepiluan, tapi juga membuahkan inspirasi bahkan hikmah bagi mereka yang bisa memetiknya. ''Perkembangan yang terjadi saat ini membuatku banyak merenung,'' kata Iwan. Sambil terus mengamati perkembangan yang terjadi, Iwan mencoba merefleksikannya ke dalam lagu. Saat rezim Orde Baru menghadapi detik-detik ketumbangannya, misalnya, ia membuat lagu bertitel Kamu Sudah Gila, Apa Kamu Sudah Jadi Tuhan?
''Tapi, lagu ini jelas berbeda dengan lagu-lagu lama. Aku tidak mau terjebak dalam stereotip sepuluh tahun yang lalu,'' ujarnya.
Dalam mengapresiasi setiap perkembangan yang terjadi, Iwan lebih banyak melakukannya dari rumahnya di kawasan Leuwi Nanggung, Cibubur, Jawa Barat. Belakangan, Iwan memang sangat betah menyepi. ''Aku lebih banyak melihat perkembangan keluargaku, terutama Cikal," tuturnya.
Di rumahnya itu, selain menulis lagu, aktivitas yang kini kerap dilakukan Iwan adalah melukis, kegiatan yang sesungguhnya sudah menjadi hobinya sejak dulu.
Sudah berapa lukisan yang tercipta? ''Entahlah, tak terhitung. Aku melukis, ya melukis saja. Kadang kalau pengen enjoy, nggak ada paksaan. Tapi lukisanku sendiri membuat aku bingung, entah aliran apa jenis lukisanku.''
Kembali ke masalah lagu, sudah banyak karya-karya baru Iwan yang belum dipublikasikan kepada khalayak. Album terbarunya yang rencananya diberi titel Belalang Tua pun belum juga dilempar ke pasaran. Lagu Belalang Tua sendiri, digarap dengan nuansa metafora yang kental. Liriknya antara lain berbunyi:
...Kisah belalang tua ...
yang kakinya berjumlah enam
Kisah belalang tua yang berhenti mengunyah
Sebab kubilang kamu serakah
Angin yang berhenti mendesir
Digantikan hujan rintik-rintik
Aku yang menulis syair tentang hari yang khawatir
Tak tahu kisah ini akan berakhir
Menurut Iwan, lagu Belalang Tua diilhami oleh seekor belalang yang bergayut di selembar daun selama berhari-hari di kebun miliknya. Serangga itu tidak berpindah-pindah, tetapi juga tidak kunjung jatuh. "Itu murni cerita belalang, tapi kalau ditafsirkan macam-macam, ya, terserah," tegasnya. (Ukon Ahmad Furqon) *** ( Sumber : Pikiran Rakyat Minggu )
Posted at Wednesday, November 26, 2003 by fals-mania
Ramadan di Keluarga Iwan Fals
Kapanlagi.com - Bagi keluarga Iwan Fals, suasana Ramadan tahun ini lebih meriah dengan kehadiran si bungsu, Raya Rambu Rabbani.
Maklum, bocah laki-laki yang baru berumur 10 bulan itu sedang gemar bermain. Alhasil, seluruh anggota keluarga kebagian jatah mengasuh Raya, terutama istri Iwan, Rossana. "Nggak repot. Soalnya, Cikal dan Iwan juga bantu," kata Yos panggilan Rossana. Cikal yang disebut Yos adalah putri tertua Iwan.
Meski sudah dibantu, tetap saja Yos tak bisa menunaikan salat tarawih berjamaah bersama suaminya. Buntutnya, Yos baru bisa bertarawih sendiri menjelang malam saat Raya sudah terlelap tidur. "Kadang-kadang salat Isya juga tengah malem," ujar Yos. Sementara kegiatan Iwan selama Ramadan tak jauh berbeda dengan hari-hari biasa, yaitu berlatih musik. "Iwan beli buku gitar blues, dia pelajarin," kata Yos. (ots/yns)
Posted at Wednesday, November 26, 2003 by fals-mania
Tuesday, November 25, 2003
Mampukah Iwan Fals Raih MTV Award?
Musisi-musisi Indonesia kembali bersiap menjadi yang terbaik dalam ajang musik bergengsi MTV Asia Awards. Ajang itu sendiri rencananya akan digelar pada tanggal 14 Februari 2004 mendatang.
Para musisi beken yang akan berebut piala dari MTV itu antara lain; Ari Lasso, Audy, Cokelat, Iwan Fals, dan Mocca. Demikian MTV, Kamis (13/11/2003).
Bagi Cokelat, ini merupakan kesekian kalinya mereka bersaing dalam ajang MTV Asia Awards. Bahkan pada tahun ajang MTV Asia Awards 2003, mereka berhasil menjadi yang terbaik. Saat itu mereka menyingkirkan beberapa grup dan musisi beken seperti Dewa dan lainnya.
Namun kini langkah Cokelat untuk kembali menjadi yang terbaik dalam ajang MTV Asia Awards cukup berat. Musisi senior, Iwan Fals siap menghadang laju Cokelat dan yang lainnya. Apalagi, saat ini album Iwan Fals cukup sukses meraih simpati para pecinta musik Indonesia.
Maka, bukan tidak mungkin penghargaan MTV Asia Awards yang penilaiannya dilakukan melalui banyaknya pilihan pemirsa itu akan jatuh ke tangan Iwan Fals.
Namun mengingat penilaiannya tergantung pada pilihan pemirsa, maka posisi Iwan belum-lah kuat. Sebab, pemirsa mempunyai pilihan yang sukar untuk ditebak. Dengan demikian, kesempatan Ari Lasso, Audy dan Mocca masih sangat terbuka untuk meraih MTV Asia Awards. Siapa pilihan Anda? [wan/detikhot/iwan-fals.com]
Posted at Tuesday, November 25, 2003 by fals-mania
Dewa akan meluncurkan lagi Album Baru ?
menggarap album terbarunya. "Sekarang kita baru rekaman suara drum," ujar Ahmad Dhani, pentolan Dewa, ketika manggung di Surabaya Rabu malam lalu.
Menurut Dhani, sejak awal puasa lalu, Dewa sudah mulai mengerjakan materi untuk album terbarunya. Selama itu, sudah 13 lagu selesai dibuat.
"Single yang dijagokan adalah Pangeran Cinta," ujar pria XX tahun tersebut. "Sedangkan beberapa lagu lainnya adalah Atas Nama Cinta, Nonsense, Satu, Normal, Ketika Cinta Bicara, Lovers Rhapsody, dan Shine On Shine On," tambahnya, lantas menjelaskan bahwa album itu masih belum diberi judul.
Masih mengusung nuansa cinta nih? "Ya apa lagi kalau nggak cinta. Lirik politis atau sosial itu njelek-njelekin lagu. Memang, ada nuansa sosial di album ini. Tapi porsinya sangat sedikit," papar Dhani enteng.
Lalu, apa yang membedakan album terbaru ini dengan album Dewa sebelumnya? "Lebih bebas," jawab suami Maia, personel Ratu tersebut. "Dari segi lirik hingga aransemen kita lebih bebas. Lebih idealistis, tanpa memikirkan komersialitas. Gampangnya, kita bisa bikin lagu seenak kita lah," jelasnya.
Kali ini, Once sang vokalis juga ikut mencipta satu lagu. Yaitu Hidup Ini Indah Bila Aku Ada di Sisimu Setiap Waktu. "Lagu itu bernuansa spiritual. Ceritanya tentang orang yang kebanyakan mikir. Sebenarnya, ini lagu lama. Cuma baru bisa masuk di album ini," terang Once. Sebelumnya, di album Bintang Lima, Once juga pernah menciptakan lagu Cemburu.
Dhani mengakui, dua album Dewa sebelumnya, Cintailah Cinta dan Bintang Lima, sengaja diciptakan sekomersial mungkin. "Sekarang Dewa sudah established. Posisi Dewa sudah kuat lagi, seperti dulu waktu album Pandhawa Lima. Jadi sudah saatnya Dewa tampil idealistis," tuturnya.
Menurut Dhani, album itu akan lebih maskulin. Ditandai dengan musiknya yang lebih keras. Serta kord-kord lagu yang tidak biasa. Dhani juga membuat dua lagu dalam bahasa Inggris. Yaitu Lovers Rhapsody, dan Shine On Shine On (Harmony For A Better Future). Lagu yang pertama, Dhani mengaku terinspirasi oleh Bohemian Rhapsody milik Queen. Sedangkan, yang kedua mencampur antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. "Yah, sekalian coba-coba untuk go internasional," tutur Dhani.
Kalau tidak ada aral melintang, album itu akan selesai awal tahun depan. Album itu juga menjadi kontrak terakhir Dewa dengan Aquarius. Apakah nantinya Dewa akan pindah? Atau malah melanjutkan kontrak? "Kita belum tahu. Semua bisa saja terjadi. Dewa bisa saja pindah label, tetap di Aquarius, atau malah bikin label sendiri. Kita lihat saja nanti," pungkas Dhani.
Lalu bagaimana bila nantinya proyek "idealistis" ini tidak laku? Dhani kembali menjawab enteng, "Kita tidak ditakdirkan untuk tidak laku." ( Sumber : tvri.co.id )
Posted at Tuesday, November 25, 2003 by fals-mania
Iwan FalsTerinspirasi Buat Lagu dari Selawat
TIDAK seperti kebanyakan orang lain, Iwan Fals mengaku tidak terlalu peduli apa arti Ramadan. Penyanyi balada yang dikenal dengan lagu-lagu bertema kritik sosial itu mengungkapkan dirinya lebih perhatian kepada ibadah ketimbang memahami definisi atau arti Ramadan itu sendiri. "Bagi saya yang penting memperbanyak ibadah. Tetapi, arti atau definisi dari Ramadan sendiri, saya memang tidak bisa menjawabnya. Susah," ujarnya seraya tersenyum.
Bagi ayah tiga anak --satu sudah wafat, Galang Rambu Anarki-- setiap Ramadan memang berbeda-beda suasana. Tetapi yang pasti, katanya, Ramadan sekarang harus lebih baik ketimbang Ramadan tahun sebelumnya. "Dalam artian ibadahnya. Kalau tahun lalu puasanya masih sering jebol, sekarang sudah satu bulan penuh. Kalau tahun lalu salat masih bolong-bolong, sekarang harus sudah lima waktu. Jadi, setiap Ramadan harus ada perbaikan," ungkap Iwan ketika dijumpai di sela penganugerahan Triple Platinum Award dari Musica Studios untuk albumnya, Iwan Fals in Collaboration with... yang sudah terjual lebih dari 450 ribu keping itu di Jakarta, beberapa hari lalu.
Sebagai musisi, Iwan Fals boleh dibilang 'galak' dalam menyuarakan kondisi sosial yang terjadi di sekelilingnya. Namun, dalam keseharian ia memang dikenal sebagai orang yang tidak terlalu banyak bicara. Contohnya, ketika ditanyakan soal ibadah puasa yang ia jalankan, awalnya Iwan hanya menjawab pendek-pendek saja, "Yah rutin, kayak orang lain saja."
Namun, pria yang kini berpenampilan klimis itu akhirnya mengatakan bahwa puasa Ramadan kini selalu dijalaninya setiap hari. "Nggak kayak dululah waktu masih muda. Sering bolong-bolong. Sekarang sih pol," ujarnya yang mengaku wafatnya Galang sedikit banyak memberikan pengaruh kepadanya untuk lebih banyak beribadah.
Penyanyi yang dikenal lewat tembang Oemar Bakrie itu mengungkapkan bahwa hari-harinya pada Ramadan biasa diisi dengan membaca Alquran dan memperdalam pengetahuannya soal Islam. "Biasanya malam-malam hari menunggu sahur saya membaca Alquran dan buku-buku tentang agama Islam. Lagi pula Rayya (anak bungsunya yang belum berusia satu tahun) sering bangun malam. Jadi, sekalian jagain dia," ujarnya tersenyum.
Punya rencana naik haji? "Punya sih. Tetapi kayaknya tidak sekarang, 2 atau 3 tahun lagilah baru siap benar," ujarnya. Lagi pula, katanya, sekarang ini dia sering membaca bahwa banyak orang yang gagal naik haji karena keterbatasan kuota. "Kasihan juga ya. Sudah siap-siap dalam segala hal, eh gagal berangkat. Pasti kecewa," ujar Iwan yang berencana naik haji bersama istri dan kedua anaknya.
Sebagai seorang pencipta lagu, pengalaman religius memang sering tertuang dalam karya-karyanya. "Tetapi tidak nyata benar. Misalnya lagu Oemar Bakrie itu, menurut saya religius sekali," katanya.
Namun, ada satu lagu lainnya yang menurut Iwan tercipta dengan unik, yakni lagu Doa yang ada pada album Suara Hati. Menurutnya, lagu itu tercipta gara-gara telinganya 'terganggu' dengan suara selawat.
Penyanyi yang bernama lengkap Virgiawan Listyanto itu bercerita, ketika dirinya baru tinggal di rumahnya yang sekarang di Leuwinanggung, Cimanggis, Bogor, ia mendapatkan suasana baru. "Di desa itu memang sepi. Tetapi setiap masuk waktu salat, azan dan setelah itu selawat selalu bersahut-sahutan dari masjid dan musala yang ada di sana," ungkapnya.
Suara azan yang keluar dari speaker itu, awalnya, aku Iwan, tidak mebawa masalah baginya. "Tetapi, lama kelamaan kok selawat itu kayaknya masuk ke dalam otak. Notasi-notasi selawat itu seolah terekam di otak, sehingga membuat saya pusing. Saya seperti terteror oleh suara-suara selawat tadi," ujarnya.
Namun, Iwan tidak lantas 'alergi' dengan selawat. Ia justru membuat sebuah lagu berdasarkan dari notasi-notasi selawat yang telah meneror dirinya. Terciptalah lagu Doa yang terdapat pada album Suara Hati.
Mengenai menu kesukaannya selama berpuasa, Iwan yang beberapa waktu lalu baru menggelar konser bersama Kantata Takwa itu, mengaku tidak punya menu favorit. Apa saja dimakannya. "Puasa itu bukan berarti makanan menjadi istimewa, biasa-biasa saja. Apa saja yang dimasak Yos (panggilan Iwan kepada Rosana, istrinya), ya saya makan," ujarnya tersenyum.
Bagi Iwan, puasa adalah ajang untuk memperbaiki diri. Kalau bisa, katanya, setelah menunaikan ibadah puasa, kita menjadi manusia yang fitri. "Menjadi manusia yang lebih baiklah setelah menjalankan puasa Ramadan," begitu harapnya. (Sumber : tvri.co.id)
Posted at Tuesday, November 25, 2003 by fals-mania
|
|
|